Badan Kesatuan Bangsa Politik (Bakesbangpol) Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kepada organisasi masyarakat dan tokoh masyarakat tentang pencegahan faham radikalisme yang bertempat di Wisma Toyoaji Desa Wedi Kec. Kapas Kab. Bojonegoro, Senin (10/02/2020).

Acara dibuka oleh Bapak Achmadi, S.STP, Sekretaris Bakesbangpol Bojonegoro. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terimakasih atas kehadiran tamu undangan di penyuluhan ini, dan mari bersama waspada dengan faham radikalisme demi menjaga keamanan dan kedamaian di Bojonegoro.

Hadir sebagai pembicara yaitu Ustadz Yogi Prana Izza,LC, M.A, Dosen IAI Sunan Giri Bojonegoro, beliau juga ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kab. Bojonegoro, Alumni Universitas Al Azhar Cairo. Beliau menyampaikan tentang bagaimana radikalisme dan anarkisme menyebar di dunia. Akar masalah dari faham radikalisme itu disebabkan oleh 3 hal dasar, pertama, adalah masalah ideologi. Kedua, ekonomi, dan ketiga, politik. masing – masing punya cara untuk menanganinya.

Bapak IPTU Joko Sutrisno, KBO Intel Polres Bojonegoro menyampaikan dasar hukum tentang penegakan hukum faham radikalisme yaitu UU. No. 5 Tahun 2018 perubahan UU. No. 15 tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. Dalam pembuka materinya beliau melempar pertanyaan kepada peserta yang hadir, ” Apakah Bapak/Ibu Sepakat dengan Pancasila? sepakat tentang NKRI? sepakat dengan Bhinneka Tunggal Ika?” para hadirin dengan kompak dan semangat menjawab sepakat. ” Kalau seperti itu sudah selesai, kita sudah sepakat berarti kita punya kesepatan bersama tentang NKRI ini”, demikian beliau menyampaikan.

Dalam materi selanjutnya beliau menyampaikan data dari POLRI, bahwa sejumlah 4 % penduduk Indonesia terpapar faham radikalisme. Polisi butuh mitra dengan masyarakat untuk saling bahu membahu mewaspadai tentang siapa saja yang ada di sekitar rumah, siapa saja yang berkunjung ke wilayah Bojonegoro, laporkan kepada Polsek, Polres jika menemukan gelagat mencurigakan tentang kegiatan – kegiatan yang menyimpang dari kaidah dan norma masyarakat yang berlaku, mohon aktifkan kembali aturan lapor 1 x 24 jam kepada tamu yang menginap. Dalam penutupannya, beliau berpesan untuk saling bekerjasama menjaga Bojonegoro ini tentram, aman, dan damai, apalagi dalam menjelang PILKADES serentak tahun 2020 yang akan diselenggarakan tanggal 19 Pebruari 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here